Sajak Tak Berakhir

benaya

Benaya Sandiar

 

1,2,3,4,5 tahun

Mulaiku membuka mata

Sampai ku melihat kegelapan

Mulaiku  menyentuh tanah

Sampai ku merasakan pedihnya

Mulaiku menggerakan tangan

Sampai ku buat satu kebajikan

Mulai ku berbicara

Samapi ku lontarkan kata-kata indah

 

6, 7 tahun

Mulaiku mengenal angka

Hingga ku terjerat di dalamnya

Mulaiku berteman dengan huruf

Hingga ku terbuai di bawanya

Mulaiku menggabungkan mereka

Hingga ku temukan pemecahnya

 

7,8,9,10,11,12, tahun

Semakin ku mengenal angka

Semakin ku terbelit olehnya

Semakin ku berteman dengan huruf

Semakin ku terhanyut di dalamnya

Semakin ikut campur dalam masalah mereka

Semakin ku terperosok dalam lubang hitamnya

Membunuh angka, mencincang dengan harga

Membunuh huruf, merebus dengan kata mesra

Mencaci kata dengan sedikit darah

Mencuci angka dengan erangan jiwa

 

13,14,15 tahun

Jengahku mulai berkembang

Jengahku mulai tak tertahan

Angka menggelibat liar di benaku

Sementara huruf makin mesra di telinga

Jengahku bertambah rancu

Jengahku ingin beradu dengaku

Angka membuainya

Huruf mencekiknya

Jengahku mulai luluh

Jengahku perlahan lalu

Angka dan huruf beradu

Cintalah masalah baru

 

16, 17, 18 tahun

Aku mulai lupa dengan angka dan huruf

Apakah angka masih mengangkanng laku?

Apakah huruf masih menaruh rancu?

Aku tidak peduli

 

Cinta mulai datang

Cinta mulai mempengaruhiku

Mendorongku dalam koloninya

Cinta mulai menghasutku

Memaksaku mengikutinya

Cinta tak membutuh angka

Cinta hanya butuh kata indah

Cinta tak butuh huruf

Cinta hanya butuh rangkaiannya

Cinta tak butuh rumus kosong

Cinta hanya butuh hati kosong

Cinta cinta cinta

 

Aku menerimamu apa adanya

Aku mencintaimu setulus jiwa

Aku menyayangimu tanpa mata

Kau membunuhnya!!!

Apakah ini cinta?

Apakah ini najis?

Dosa besar?

Apakah itu hanya sekedar omong kosong

Dalam kumparan bulu indra pendengar?

Apakah itu curahan unsur-unsur asam basa?

Atau centilan wanita tua dalam fisika?

Itu dusta!!!

Persetan dengan cinta

 

19, 20, 21, 22 tahun sampai surge

Angka, masihkan kau ku butuhkan?

Masihkah kau ingin membungkam?

Huruf, masihkah kau kuinginkan?

Masihkah kau menenangkan?

Aku tak bertanya padamu Cinta!!!

Dusta, apakah kita masih bersahabat?

Apakah cinta mulai meracuni?

Aku tak peduli!!!

Persetan dengamu!!!

 

Lembaran baru

Sepertinya angka masih ku butuhkan

Mungkin hanya sekedar bermain dengannya

Begitu pula huruf

Mungkin hanya sekedar bernyanyi dengannya

Dusta, maafkan aku

Cinta terimalah aku lagi

Agar angkuh yang mencaciku

Sombong yang yang meyetubuhiku

Dan dengki yang mengambil jiwaku

Mereka lenyap

 

Biarkan bedebah ini merubah dunia

Bedebah ini bergulat dengan huruf dan angka

Bedebah ini mengencani cinta

Hingga akhir oksigen ini terbuang

Hingga imajinasi ini habis tersaji

Hingga sajak ini berakhir

 

Di bacakan saat pelepasan siswa kelas XII SMAK Stella Maris oleh Vickholius Nugroho

Surabaya, 27 April 2013

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Pengunjung





SMAK Stella Maris

Jl.Indrapura No 32
Surabaya -60175
Telp : 031-3522174
Fax : 031-3521275
e-mail: smastellamaris@yahoo.co.id